Tahun baru identik dengan resolusi-resolusi klise seperti mau lebih baik dari tahun sebelumnya, makin banyak rezeki, atau ketemu jodoh.

Investor juga harus punya resolusi di 2024, kalau bisa bukan resolusi mainstream seperti mau ‘cuan’ lebih banyak. Coba deh punya resolusi yang lebih beda dan tajam.

Resolusi investor 2024: gak mau jadi investor nyangkuters!

Per 2023 ada 903 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) alias bisa diperjualbelikan sahamnya. Jumlah itu pasti tembus 1.000 pada 2024 karena bakal ada tambahan perusahaan yang melantai di bursa.

Emiten yang sebanyak itu mustahil investor bisa analisis satu per satu. Belum selesai analisis yang ada IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sudah ke 10.000.\

Nah, makannya perlu dilakukan screening atau memfilter saham mana saja yang jadi incaran untuk taruh modal investasi.

Filter saham atau screening tuh banyak banget indikatornya. Bisa dari fundamental maupun teknikal.

Fundamental kita berbicara pertumbuhan laba, pertumbuhan pendapatan, sektor yang potensial, valuasi, sampai ke arus kas perusahaan.

Kalau indikator berdasarkan teknikal, bisa dilihat dari moving average, support and resistance, RSI, dan banyak yang lain.

Kedua indikator untuk filter saham bisa dipakai berbarengan atau sendiri-sendiri tergantung cara investasi atau trading saham.

Tapi sebelum memakai dua indikator itu, ada satu hal yang kudu ‘dipantengin’ oleh investor, yaitu kondisi perusahaan.

Kondisi perusahaan yang dimaksud di sini terkait salah satu risiko investasi saham yakni emiten dikeluarkan dari bursa secara paksa atau forced delisting akibat bangkrut.

Maka dari itu, pertama-tama investor perlu memilah-milah mana perusahaan yang kondisinya sehat atau sakit.

Kalau tidak memilah yang ada ‘nyangkut’ di emiten yang pailit karena punya utang menggunung. Jika ada perusahaan yang kena pailit atau gagal bayar utang, BEI akan langsung menghentikan perdagangan.

Saat ada penghentian perdagangan saham tersebut tidak bisa dibeli atau dijual.

Lebih parah lagi, suspensi tersebut bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. ‘Boro-boro’ bisa dapat cuan, modalnya aja nggak bisa diputer alias nyangkut.

Dengan itikad melindungi investor, BEI menciptakan notasi khusus untuk emiten yang bermasalah dengan utangnya.

Emiten dengan masalah utang yakni “Adanya permohonan Pernyataan Pailit, permohonan pembatalan perdamaian, atau dalam kondisi pailit”, BEI memberikan cap “B”.

Per 3 Januari 2024, tercatat 14 perusahaan yang mendapatkan notasi khusus “B” oleh BEI. Berikut daftar emiten tersebut:

Saham-saham seperti ini ada baiknya dihindari oleh investor agar modal saham aman, hati. pun senang dan tentram. 

Kalau sudah terlanjur “nyangkut” ada beberapa cara agar bisa keluar dari saham tersebut.

Cara pertama adalah dengan menjual di pasar negosiasi yakni pasar di luar reguler di mana dua investor bertemu untuk transaksi jual dan beli. Transaksi ini tetap melalui sekuritas.

Cara kedua adalah dengan menunggu suspensi saham dibuka oleh BEI kemudian menjual sahamnya. Skenario kedua, siap-siap saja harganya terjun dan menanggung rugi yang semakin dalam.

Akan tetapi ini jauh lebih baik dibandingkan tetap memiliki modal di saham tersebut. Setidaknya ada modal yang bisa dipertahankan dan bisa membeli saham lain yang memiliki potensi dan prospek baik.

Kejadian “nyangkut” di saham yang pailit bisa dijadikan pelajaran agar ke depan strategi investasi atau trading akan lebih matang dan solid demi menuju “cuan” di masa depan.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/research/20240104140345-128-502749/anti-jadi-investor-nyangkuters-2024-caranya-hindari-saham-saham-ini

0 0 votes
Stock Rating