Emiten konstruksi milik BUMN, PT PP Properti (Persero) Tbk. (PPRO) memberikan penjelasan terkait adanya perubahan aset signifikan di perusahaan.

“Penurunan total aset perseroan di bawah 20% atau lebih tepatnya sebesar 9,72% (senilai Rp2,12 triliun) terdiri dari penurunan aset lancar sebesar 7,51% (senilai Rp1,02 triliun) dan penurunan aset tidak lancar sebesar 13,39% (senilai Rp1,09 triliun),” tulis manajemen Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4).

Rinciannya, penurunan total aset dipengaruhi oleh beberapa hal. Terkait aset lancar turun sebesar 7,51% atau senilai Rp1,02 triliun karena kas dan setara kas turun sebesar 47,77% atau senilai Rp708,14 miliar, piutang usaha naik sebesar 3,61% atau senilai Rp142,40 miliar, persediaan turun sebesar 0,51% atau senilai Rp45,06 miliar, pajak dibayar dimuka naik sebesar 5,36% atau senilai Rp5,07 miliar.

Emiten konstruksi milik BUMN, PT PP Properti (Persero) Tbk. (PPRO) memberikan penjelasan terkait adanya perubahan aset signifikan di perusahaan.

“Penurunan total aset perseroan di bawah 20% atau lebih tepatnya sebesar 9,72% (senilai Rp2,12 triliun) terdiri dari penurunan aset lancar sebesar 7,51% (senilai Rp1,02 triliun) dan penurunan aset tidak lancar sebesar 13,39% (senilai Rp1,09 triliun),” tulis manajemen Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4).

Rinciannya, penurunan total aset dipengaruhi oleh beberapa hal. Terkait aset lancar turun sebesar 7,51% atau senilai Rp1,02 triliun karena kas dan setara kas turun sebesar 47,77% atau senilai Rp708,14 miliar, piutang usaha naik sebesar 3,61% atau senilai Rp142,40 miliar, persediaan turun sebesar 0,51% atau senilai Rp45,06 miliar, pajak dibayar dimuka naik sebesar 5,36% atau senilai Rp5,07 miliar.

Selanjutnya, utang lain-lain turun sebesar 39,19% atau senilai Rp1,92 triliun, utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun naik sebesar 7,73% atau senilai Rp117,19 miliar dan utang obligasi setelah dikurangi bagian yang jatuh Tempo dalam satu tahun turun sebesar 43,90% atau senilai Rp163,50 miliar, surat utang jangka menengah naik sebesar 5% atau senilai Rp30 miliar.

Sedangkan penurunan total Emrkuitas Perseroan di bawah 20% atau lebih tepatnya sebesar 27,85% (senilai Rp1,27 triliun) karena laba ditahan turun sebesar 301,38% atau senilai Rp1,28 triliun dan kepentingan non pengendali naik sebesar 6,08% atau senilai Rp34,29 miliar.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240401122931-17-527059/aset-pp-properti–ppro–ambles-rp212-t-ini-penyebabnya

0 0 votes
Stock Rating