Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2024 mencapai Rp 12,25 triliun di tengah tren penurunan tahun ini.

Tercatat, RNTH di Indonesia pada Januari-November 2023 sebesar Rp 10,5 triliun, turun 29,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Penurunan ini berujung pada revisi target RNTH BEI tahun ini yang tadinya sebesar Rp 14,75 triliun menjadi Rp 10,75 triliun.

Meski RNTH mengalami kontraksi tahun ini, Kepala Divisi Riset BEI Verdi Ikhwan percaya diri bahwa pihaknya bisa mengejar target tahun depan. Mengingat, pasar modal akan tersengat sentimen pemilihan umum (pemilu).

“Kenapa kami optimis? Karena kondisi setelah pemilu secara historis biasanya terjadi pembalikan. Artinya respons pasar itu biasanya bagus gitu ya, ada peningkatan transaksi,” ungkap Verdi dalam diskusi virtual Market Outlook 2024, Rabu, (13/12/2023).

Verdi mengatakan bahwa saat Pemilu ada peningkatan aktivitas konsumsi partai politik yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Selain itu, kepastian mengenai bakal calon akan memberikan sentimen positif bagi pasar mengenai kebijakan ekonomi masa depan.

Faktor lain, kondisi makro yang ditargetkan pemerintah mencapai 5% juga bisa mendorong RNTH untuk naik pada tahun depan. Apalagi, target pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju yang berkisar antara 2%-3%.

“Beberapa proyek investasi pemerintah yang positif dampaknya terhadap perekonomian, antara lain proyek strategis nasional, proyek tersebut pengembangan IKN Indonesia, dan hilirisasi industri,” jelasnya.

Sentimen berikutnya adalah jumlah investor pasar modal yang diperkirakan akan terus meningkat. Saat ini, total investor pasar modal tercatat sebanyak 12,03 juta dan ditargetkan bertambah menjadi 12,81 juta di penghujung tahun.

Sejumlah faktor lain, termasuk implementasi UU PPSK dan pembukaan kembali perekonomian Tiongkok pun dinilai bisa berkontribusi positif terhadap iklim investasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Verdi memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun depan bisa mencapai rekor all time high tahun ini, yang sebesar Rp 7.318,01 pada 13 September 2023. Meski begitu, ia enggan menyebutkan angka pasti proyeksi harga saham di tahun depan.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20231213142134-17-496947/bursa-bidik-rata-rata-transaksi-saham-tahun-depan-rp1225-t

0 0 votes
Stock Rating