Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah dapat menggenjot kinerja tahun ini untuk mencapai dividen naik menjadi Rp 85 triliun. Sebab, kontribusi BUMN berupa dividen menjadi salah satu penopang keuangan negara.

“Apakah dividen terbesar Rp 80 triliun cukup, tidak, negara butuh lebih, tadi sore saya menemui dirut-dirut untuk mengingatkan tahun depan dividen harus naik Rp 85 triliun,” ujarnya di Tenis Indoor Senayan Jakarta, Kamis malam (7/3).

Target kenaikan dividen tersebut lantaran meskipun badai pandemi covid-19 telah usai dan perekonomian sudah mulai pulih, namun tantangan masih terjadi pada tahun ini hingga 2025 mendatang.

Erick menjelaskan, Indonesia harus tangguh menjaga perekonomian di tengah konflik antar negara yang berimbas pada potensi krisis di berbagai negara maju seperti Jepang, Inggris, China, hingga Amerika Serikat (AS).

“Kalau kita lihat perekonomian di 2024-2025 penuh tantangan. Beberapa negara menuju krisis, Jepang, Inggris, China yang salah satu perdagangan Indonesia melambat, AS juga jangan jangan slowing down,” sebutnya.

Menurutnya, perusahaan BUMN harus bersikap adaptif dalam perkembangan dunia dengan terus melakukan transformasi di tubuh perusahaan. Apalagi, Indonesia berkomitmen akan menggenjot pertumbuhan di atas 5% setiap tahunnya.

“Artinya kita ditantang untuk melakukan terobosan yang tak cukup hari ini. Kita harus terus yang namanya perekonomian Indonesia ini di atas 5% walau data dunia menyatakan tahun depan hanya 3%,” sebutnya.

Perusahaan pelat merah, kata Erick, dapat berkontribusi pada perekonomian Indonesia dengan cara memberikan dividen besar kepada negara. Artinya, perusahaan BUMN harus melakukan inovasi bisnis model yang adaptif untuk menjadi bagian dalam perubahan.

“Apalagi kita sudah punya cetak biru di situ jelas,” pungkasnya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240308103042-17-520669/erick-thohir-kumpulkan-bos-bos-bumn-bahas-soal-dividen-rp-85-t

0 0 votes
Stock Rating