Entitas PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) asal Singapura, APL Realty Holdings Pte. Ltd. (APL Realty) mendapatkan penurunan peringkat dari Moody’s Ratings (Moody’s) pada 14 Maret 2024.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan peringkat tersebut karena perseroan mengalami gagal bayar obligasi senior yang diterbitkan pada 2 Juni 2017 lalu dengan jangka waktu 7 tahun dan kupon 5,95%. Adapun besaran nilai pokok USD 300.000.000 yang dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Singapura (“SGX”).

Pada 2 Agustus 2023, APL Realty menyelesaikan pelaksanaan penawaran pembelian kembali sebagian Senior Notes (Tender Offer) dan telah melakukan pembayaran kepada para pemegang senior notes dimaksud, sehingga dengan demikian jumlah pokok Senior Notes yang masih terutang adalah sebesar USD 131.960.000.

Kemudian, pada 15 November 2023 APL Realty kembali melakukan tender offer atas senior notes yang jumlah pokok beredar pada saat penawaran dimulai sebesar USD 131.960.000.

“Jumlah yang akan dibeli kembali sampai dengan Rp 1 triliun, dengan pendanaan dari fasilitas pinjaman,” tulis manajemen, Senin (18/3).

Setelah berakhirnya tender offer pada pukul 16:00 Waktu London pada tanggal 21 November 2023, pada tanggal 22 November 2023 APL Realty memutuskan untuk membatalkan tender offer dan oleh karenanya tidak akan menerima penawaran untuk pembelian senior notes, dan dengan demikian jumlah pokok senior notes yang masih terutang tetap sebesar USD 131.960.000.

Keputusan untuk membatalkan Tender Offer ini diambil dengan beberapa pertimbangan. Di antaranya, jumlah pokok agregat senior notes yang beredar sebesar USD 131.960.000, pertimbangan penerimaan penawaran dengan dana sebesar Rp 1 triliun yang tersedia untuk mendanai tender offer, dan harga penawaran yang diajukan oleh pemegang senior note yang berhak dalam proses lelang tender offer.

Sebelumnya, Moody’s telah menurunkan peringkat korporasi keluarga/corporate family rating (CFR) Perseroan menjadi Caa3 dari Caa2, dan pada saat yang sama telah menurunkan peringkat Senior Notes menjadi Ca dari Caa3, dengan prospek negatif pada semua peringkat.

Penurunan peringkat CFR menjadi Caa3 didorong oleh opini Moody’s bahwa Perusahaan memiliki kebutuhan pembiayaan kembali dalam waktu dekat mengingat Senior Notes akan jatuh tempo pada bulan Juni 2024.

Tindakan pemeringkatan ini juga mempertimbangkan likuiditas Perseroan yang masih lemah dan struktur permodalan yang tidak berkelanjutan.

Sedangkan penurunan peringkat Senior Notes menjadi Ca untuk mencerminkan risiko subordinasi hukum bagi pemegang Senior Notes. Pinjaman yang dijamin merupakan sebagian besar struktur modal Perseroan. Prospek peringkat tetap negatif mencerminkan meningkatnya risiko pembiayaan kembali Perseroan dalam 12-18 bulan ke depan.

Selain itu, Moody’s kemungkinan besar tidak akan menaikkan peringkat perseroan atau merevisi prospek peringkatnya menjadi stabil sebelum perseroan dapat meningkatkan profil likuiditasnya secara substansial.

Kenaikan peringkat akan bergantung pada pemenuhan kebutuhan pembiayaan kembali oleh Perseroan setidaknya dalam 12-18 bulan mendatang serta pembentukan struktur permodalan yang berkelanjutan.

Moody’s dapat menurunkan peringkat Perseroan lebih lanjut jika risiko gagal bayar meningkat secara material lebih tinggi dari yang ditunjukkan oleh peringkat saat ini.

“Kami tambahkan informasi, bahwa pada saat ini Perseroan masih terus melakukan upaya diskusi dan negosiasi dengan para Senior Note holders untuk dapat menyelesaikan sisa Senior Notes yang masih terutang sebesar USD 131.960.000 yang akan jatuh tempo pada 2 Juni 2024 secara konsensual,” pungkasnya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240318121841-17-522835/gagal-bayar-obligasi-moodys-downgrade-rating-entitas-apln

0 0 votes
Stock Rating