Bursa Efek Indonesia (BEI) menggembok saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) karena mengalami peningkatan harga saham di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan dalam rangka perlindungan Investor, khususnya pemegang saham NIKL.

Namun, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham NIKL tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis manajemen BEI melalui keterbukaan informasi BEI, Jumat (15/3).

Informasi terakhir mengenai NIKL adalah informasi tanggal 14 Maret 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) tentang penjelasan atas volatilitas transaksi.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Serta, mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Mengutip laman RTI, saham NIKL selama sebulan terakhir meroket 73,39% dan selama sepekan naik 64,12%.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240315092512-17-522175/harga-saham-meroket-64-sepekan-bei-gembok-saham-nikl

0 0 votes
Stock Rating