Tantangan bagi industri startup baik bagi para pemain maupun investor masih akan terjadi di tahun 2024.

Managing Partner East Ventures Roderick Purwana mengatakan, memasuki tahun 2024 akan ada banyak ketidakpastian. Ketegangan geopolitik di beberapa negara dan ketidakstabilan ekonomi global menyebabkan volatilitas yang besar.

“Namun kami melihat ada tanda-tanda positif. Kami tetap waspada, memantau dengan cermat, dan fokus pada tujuan kami terlepas dari fluktuasi eksternal,” kata Roderick dalam keterangannya.

Terlepas dari kondisi baik atau buruk, strategi yang akan mereka gunakan tetap sama yakni mengidentifikasi dan berinvestasi pada founder dan peluang terbaik.

Ia menyebut bahwa East Ventures akan terus berinvestasi secara agnostik. Tapi pihaknya melihat banyak prospek investasi di berbagai sektor, termasuk iklim seperti transisi energi dan proyek terkait iklim, kesehatan, dan rantai pasokan.

East Ventures menginvestasikan sekitar US$ 80 juta (sekitar Rp 1,2 triliun) dalam 29 kesepakatan investasi untuk startup tahap awal dan pertumbuhan, sepanjang 2023. Dari 90% startup yang berada dalam tahap lanjutan (growth stage) dalam portofolio East Ventures, 30% berada di jalur menuju profitabilitas, 60% sudah menghasilkan profit, dan 10% sisanya masih berusaha untuk beradaptasi.

Sementara itu, Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan, faktor-faktor ekonomi seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan situasi geopolitik dapat mempengaruhi investasi modal ventura.

“Tergantung pada iklim ekonomi global, investor modal ventura mungkin akan lebih hati-hati atau agresif dalam investasi mereka,” ujar Edward kepada CNBC Indonesia.

Ada tren untuk berinvestasi pada startup yang tidak hanya menunjukkan inovasi, tetapi juga memiliki jalur yang jelas menuju profitabilitas. Ini mungkin yang akan menggeser fokus ke startup yang lebih matang daripada perusahaan tahap awal.

Perubahan dalam regulasi, terutama di bidang seperti privasi data, keamanan siber dan layanan keuangan, dapat memiliki dampak yang signifikan pada peluang dan risiko startup.

“Jadi pada ujungnya para investor atau VC akan mencari keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko di 2024 ini.” tegasnya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20240108133140-37-503762/investor-ri-ini-guyur-startup-rp-12-triliun-cek-target-berikutnya

0 0 votes
Stock Rating