Harga minyak mentah dunia kompak dibuka lebih rendah pada perdagangan pagi hari ini, mematahkan kenaikan tiga hari beruntun.

Pada pembukaan perdagangan hari ini Kamis (21/12/2023), harga minyak mentah WTI dibuka melemah 0,55% di posisi US$73,81 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent dibuka lebih rendah atau turun 0,88% ke posisi US$79 per barel.

Pada perdagangan Rabu (20/12/2023), harga minyak mentah WTI ditutup terapresiasi 1,06% di posisi US$74,22 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent ditutup naik 0,59% ke posisi US$79,70 per barel.

Harga minyak berhasil menguat pada perdagangan yang berombak hari Rabu karena investor khawatir tentang gangguan perdagangan global dan ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan terhadap kapal-kapal oleh pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Laut Merah.

Kenaikan minyak masih dibatasi oleh peningkatan persediaan minyak mentah AS yang mengejutkan, kenaikan stok bahan bakar yang lebih besar dari perkiraan, dan rekor produksi minyak dalam negeri.

Kedua tolok ukur minyak tersebut sempat berubah menjadi negatif menyusul laporan EIA dan kemungkinan gencatan senjata baru setelah pemimpin Hamas melakukan kunjungan pertamanya ke Mesir selama lebih dari sebulan.

Pada awal sesi, harga acuan minyak naik lebih dari US$1 per barel karena operator maritim besar memilih untuk menghindari rute Laut Merah, karena perjalanan yang lebih lama meningkatkan biaya transportasi dan asuransi.

Pada hari Rabu, Yunani menyarankan kapal komersial yang berlayar di Laut Merah dan Teluk Aden untuk menghindari perairan Yaman. Pemilik kapal Yunani menguasai sekitar 20% kapal komersial dunia dalam hal daya dukung.

“Kemungkinan penurunan harga minyak yang signifikan akan muncul setelah usulan pertama stabilisasi transit kargo melalui koridor Laut Merah,” ujar John Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois, dilansir dari Reuters.

Pada hari Selasa, Washington meluncurkan satuan tugas untuk menjaga perdagangan di wilayah tersebut. Sumber-sumber termasuk pejabat pelayaran dan keamanan maritim mengatakan kepada Reuters bahwa hanya sedikit rincian praktis yang diketahui mengenai inisiatif ini atau apakah mereka akan terlibat langsung jika terjadi serangan bersenjata lebih lanjut.

Kelompok Houthi bersumpah untuk menentang misi angkatan laut pimpinan AS dan terus menargetkan pengiriman Laut Merah untuk mendukung gerakan Hamas yang berkuasa di wilayah Palestina di Gaza.

Sekitar 12% lalu lintas pelayaran dunia melewati Laut Merah dan Terusan Suez. Meskipun pasokan minyak telah disesuaikan, namun belum terjadi kekurangan, menurut para analis.

“Selama produksi tidak terancam, pasar pada akhirnya akan menyesuaikan diri dengan perubahan jalur pasokan,” ujar Ole Hansen, analis di Saxo Bank.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan bahwa tindakan bank sentral untuk meredam inflasi yang tinggi di Eropa telah membawa perubahan yang berarti.

Tingkat inflasi tahunan kawasan euro tercatat 2,4% pada periode November 2023, turun dari 2,9% pada periode Oktober. Setahun sebelumnya, angkanya adalah 10,1%. Sementara, inflasi tahunan Uni Eropa tercatat sebesar 3,1% pada bulan November 2023, turun dari 3,6% pada bulan Oktober.

Seorang pengambil kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan bahwa “agak tidak mungkin” suku bunga akan diturunkan dalam enam bulan pertama tahun depan.

Di Inggris, inflasi pada bulan November anjlok ke tingkat terendah dalam lebih dari dua tahun, sehingga memperkuat alasan penurunan suku bunga.

Diketahui, tingkat inflasi Inggris sebesar 3,9% pada periode November 2023, turun dari 4,6% pada bulan sebelumnya. Pada periode September 2022 dan Maret 2023, Inggris sempat mengalami inflasi dua digit selama tujuh bulan yang mencapai puncaknya pada 11,1% pada Oktober 2022.

Kemudian, pada hari Selasa, Departemen Energi AS mengatakan pemerintah membeli 2,1 juta barel minyak mentah untuk pengiriman pada bulan Februari 2024, karena AS terus menambah cadangannya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20231221081629-17-499110/ketegangan-laut-merah-mereda-harga-minyak-dunia-ikut-surut

0 0 votes
Stock Rating