Saham emiten perbankan berkapitalisasi pasar terbesar kedua di Indonesia yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau melesat pada sesi I Rabu (31/1/2024), setelah dirilisnya kinerja keuangan perseroan pada 2023.

Per pukul 09:06 WIB atau enam menit setelah pembukaan sesi I hari ini, saham BBRI langsung tancap gas 1,33% ke posisi harga Rp 5.700/unit. Bahkan, saham BBRI sempat melonjak 2,22% pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini.

Selang enam menit setelah sesi I dibuka, saham BBRI sudah ditransaksikan sebanyak 1.953 kali dengan volume sebesar 39,73 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 227,34 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 863,89 triliun.

Hingga pukul 09:06 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 5.600/unit, menjadi antrean beli paling banyak di awal sesi I hari ini, yakni mencapai 120.276 lot atau sekitar Rp 67 miliar

Sedangkan di order offer atau jual, di harga Rp 5.750/unit, menjadi antrean jual terbanyak pada awal sesi I hari ini, yakni mencapai 167.712 lot atau sekitar Rp 96miliar.

Melesatnya saham BBRI terjadi setelah perseroan merilis kinerja keuangan sepanjang 2023 pagi hari ini. Bank pelat merah BBRI kembali memecah rekor dengan mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp 60,2 triliun sepanjang tahun 2023. Perolehan tersebut tumbuh 17,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari perolehan tahun 2022 sebesar Rp 51,40 triliun.

Mengutip laporan keuangan di media massa, pencapaian tersebut tidak terlepas dari penyaluran kredit BRI yang tercatat sebesar Rp 1.266,4 triliun, tumbuh 11,2% yoy pada periode Desember 2023. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp 1.068 triliun, atau menyumbang komposisi sebesar 84,4%.

Kualitas kredit pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 3,12% dan NPL net sebesar 0,76% per Desember 2023. BRI juga mencatatkan NPL coverage sebesar 229,09%.

Pada penghimpunan dana, BRI berhasil mencatatkan total dana pihak ketiga sebesar Rp1.358,3 triliun, tumbuh 3,9% yoy. Komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar 64,4%.

Dengan begitu, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BRI sebesar 84,2% per akhir tahun 2023.

Aset BRI pun tercatat meningkat 5,3% menjadi Rp1.965 triliun pada akhir tahun 2023.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240131091238-17-510388/laba-2023-naik-17-lebih-saham-bbri-langsung-t

5 1 vote
Stock Rating