PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) membukukan laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp 264,45 miliar, turun 13,62% secara tahunan (yoy).

Padahal, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,75 triliun, naik 3,66% dibanding periode sama pada 2022 sebesar Rp 3,63 triliun.

Pendapatan bersih yang naik tersebut berasal dari kenaikan pendapatan PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 49,3 miliar dan PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) sebesar Rp 102,3 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan BNBR periode akhir Desember 2023, beban pokok pendapatan tercatat menyusut 1,37% yoy menjadi Rp 2,87 triliun. Laba usaha pun tercatat sebesar Rp348,31 miliar, naik 50,18% dibanding periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 231,93 miliar.

Total beban usaha naik 10,49% yoy menjadi Rp 535,06 miliar pada akhir tahun lalu. Emiten Grup Bakrie ini juga mencatatkan penurunan keuntungan atas penjualan aset tetap menjadi Rp1,74 miliar, ambles dari Rp203,03 miliar pada akhir tahun 2022.

“Capaian ini merupakan hasil dari sinergi yang bagus di antara sejumlah proyek strategis unit-unit usaha, terutama di sektor manufaktur dan juga teknologi informasi,” terang Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk Anindya Novyan Bakrie, usai menerbitkan laporan keuangan tahun buku 2023, di Jakarta, Kamis (14/3/2024).

Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menambahkan saat ini postur neraca perusahaan jauh lebih ramping dan sehat. Terutama dengan penyelesaian kewajiban derivatif kepada Glencore sebesar US$854,7 juta atau setara Rp 13,1 triliun.

Dengan penyelesaian utang ini, rasio debt to equity BNBR menjadi jauh lebih baik dan sehat dari Rp 12,08 triliun atau 10,44x di tahun sebelumnya, menjadi Rp 589,27 miliar atau 1,67x di tahun 2023.

“Dengan demikian, kondisi neraca Perusahaan menjadi lebih ramping dan sehat sehingga diharapkan ke depan BNBR bisa melesat lebih cepat dari sebelumnya,” kata Roy.

Di sepanjang tahun 2023, unit usaha BNBR telah berhasil membukukan pendapatan. Anak perusahaan BNBR di industri pipa baja, PT Bakrie Pipe Industries (BPI), mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 2,16 triliun, atau naik 4,9% dibanding revenue di periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,06 triliun. Kenaikan pendapatan BPI mayoritas berasal dari order sektor Oil and Gas sebesar Rp 422,7 miliar, dan General Market sebesar Rp17,9 miliar.

BIIN mencatatkan penjualan sebesar Rp 410 miliar, atau naik 33,3% dibanding periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 307 miliar. Kenaikan ini berasal dari pendapatan PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) atas sejumlah proyek yang dijalankan Perseroan.

Adapun pendapatan anak usaha BNBR di industri komponen otomotif, PT Bakrie Autoparts (“BA”) Group, naik 12%, dari Rp934,8 miliar di tahun sebelumnya menjadi Rp 1,05 triliun di tahun 2023. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan dari Customer utama pasar otomotif baik OEM maupun OES (Hino, Mitsubishi, Isuzu) di tahun 2023, terutama terkait adanya proyek baru pasca Covid-19 dan adanya peralihan teknologi kendaraan dari EURO 2 menjadi EURO 4.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240314095412-17-521913/laba-bakrie–bnbr–desember-2023-turun-1362-jadi-rp-264-m

0 0 votes
Stock Rating