PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) melaporkan laba bersih sepanjang 2023 Rp 22,1 miliar, merosot 14,98% secara tahunan (yoy). 

Bank memang mencatat pertumbuhan pendapatan bunga lebih rendah dibandingkan dengan beban bunga. Pendapatan bunga per 31 Desember 2023 tumbuh 13,59% yoy, sedangkan beban bunga naik 16,52% yoy. 

Akan tetapi pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) MAYA masih tumbuh 4,06% yoy menjadi Rp 1,89 triliun. Pada periode yang sama laba operasional juga masih tumbuh 1,42% yoy menjadi Rp 53,53 triliun.

Hal tersebut seiring dengan penyisihan pencadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan bank yang turun 79,93% yoy menjadi Rp 76,54 miliar.

Menilik laporan keuangan, laba bersih susut karena beban pajak penghasilan pada 2023 mendapatkan tangguhan pajak yang lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2022 MAYA mencatat pajak penghasilan Rp 35,78 miliar dengan tangguhan Rp 7,99 miliar, sedangkan tahun lalu pajak penghasilan bank milik Tahir ini sebesar 34,08 miliar dengan tangguhan Rp 1,58 miliar.

Sementara itu, per 31 Desember 2023, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross Bank Mayapada sebesar 3,77%, turun 93 basis poin (bps) dan rasio NPL net turun dari 3,36% menjadi 2,94%.

MAYA melaporkan pada 2023 melakukan hapus buku senilai Rp 490,15 miliar, naik lebih dari 10 kali lipat dibandingkan posisi tahun sebelumnya. 

Adapun sepanjang 2023, Mayapada menyalurkan kredit kepada pihak ketiga dan pihak berelasi sebesar Rp 102,21 triliun, naik 10,17% yoy. Sebanyak 34,49% merupakan kredit dalam perhatian khusus. Rasio kredit dalam perhatian khusus naik dibandingkan 2022, yang sebesar 32,17%.

MAYA mencatat kredit bermasalah paling tinggi merupakan sumbangsih dari sektor konstruksi, yakni Rp 1,05 triliun. Kemudian diikuti oleh perdagangan Rp 777,71 miliar, jasa bisnis Rp 759,87 miliar, pertanian dan perikanan Rp 432,47 miliar, dan transportasi Rp 371,37 miliar. 

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240403114357-17-527832/laba-bank-mayapada–maya–2023-turun-1498-ini-penyebabnya

0 0 votes
Stock Rating