Emiten jagoan Lo Kheng Hong dari Grup MNC, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mengalami penurunan kinerja pada tahun lalu. Pendapatan BMTR ambles 12,45% dari Rp 13,97 triliun pada 2021 menjadi Rp 12,23 triliun.

Pendapatan BMTR ditopang oleh segmen bisnis iklan dan konten senilai Rp 9,06 triliun atau berkontribusi 74,08% terhadap total pendapatan. Hasil ini merosot 9,49% secara tahunan atawa year on year (YoY).

Selain dari iklan dan konten, pendapatan BMTR juga didapat dari segmen TV berbayar dan broadband senilai Rp 2,67 triliun serta pendapatan lainnya sebesar Rp 489,48 miliar. Masing-masing turun 20,29% dan 20,16% secara YoY.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban langsung BMTR ikut merosot 13,26% secara tahunan menjadi Rp 6,41 triliun. Hasilnya, BMTR mengantongi laba kotor sebesar Rp 5,81 triliun atau turun 11,70% secara YoY.

Pada periode yang sama, BMTR menanggung beban umum dan administrasi senilai Rp 2,53 triliun, beban keuangan sebesar Rp 586,22 miliar, dan lain-lain Rp 1,43 miliar. BMTR juga menderita kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp 192,56 miliar, melonjak 340% secara YoY.

Setelah dijumlahkan dengan penghasilan bunga sebesar Rp 54,97 miliar, BMTR mencatatkan laba sebelum pajak senilai Rp 2,56 triliun. Turun 16,06% dibandingkan raihan tahun 2021 dengan nilai Rp 3,05 triliun.

Sepanjang tahun lalu, BMTR memiliki beban pajak penghasilan sebesar Rp 498,16 miliar. Dengan begitu, BMTR mengantongi laba bersih tahun berjalan senilai Rp 2,06 triliun, anjlok 15,91% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 2,45 triliun.

Dari jumlah tersebut, BMTR meraih laba bersih senilai Rp 1,17 triliun. Merosot 15,82% dibandingkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk BMTR pada tahun 2021 dengan nilai Rp 1,39 triliun.

Dari sisi aset, jumlah aset BMTR mengalami kenaikan dari Rp 34,10 triliun pada 2021 menjadi Rp 35,91 triliun. Aset BMTR per tahun lalu terdiri dari aset lancar Rp 10,93 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 24,97 triliun.

Jumlah liabilitas BMTR menurun dari posisi Rp 10,23 triliun pada 2021 menjadi Rp 9,26 triliun per akhir 2022. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp 4,97 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 4,28 triliun.

Pada periode yang sama, jumlah ekuitas BMTR bertambah menjadi Rp 26,64 triliun. Dibandingkan ekuitas pada tahun 2021 dengan nilai Rp 23,87 triliun.

Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2022 tersebut, investor kenamaan Lo Kheng Hong mengempit 1,06 miliar atau 6,5% saham BMTR. Sedangkan Hary Tanoesoedibjo sebagai direktur utama memiliki 31,22 juta atau 0,19% saham BMTR.

Kepemilikan mayoritas dan pengendali BMTR dipegang oleh PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) dengan 7,48 miliar atau 45,75%. Pada perdagangan Jumat (24/3) harga BMTR ditutup menguat 1,46% ke posisi Rp 278 per saham.

 

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/laba-emiten-lo-kheng-hong-hary-tanoe-global-mediacom-bmtr-turun-1582

0 0 votes
Stock Rating