Salah satu saham andalan taipan RI Prajogo Pangestu yang membawanya menjadi orang paling kaya di Indonesia belum lama melakukan Initial Public Offering (IPO). Emiten tersebut adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang sejak melantai di bursa mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3.805,11%.

Hingga penutupan perdagangan Senin (11/12/2023), saham CUAN ditutup di hargaa Rp10.700 per saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 120 triliun dan menjadikannya emiten batu bara paling berharga nomor dua di bursa, hanya kalah dari Bayan Resources milik Low Tuck Kwong, taipan yang kekayaannya berhasil dilewati oleh Prajogo tahun ini.

CUAN memang ladang cuan dan tahun ini sukses jadi primadona pasar modal. Sebagai gambaran, bagi investor yang meletakkan uangnya di saham CUAN sejak IPO sebesar Rp10 juta rupiah saja, saat ini investasi tersebut nilainya menjadi sebesar Rp390,5 juta.

Tapi perlu dicatat, kenaikan harga saham yang gila-gilaan pada akhirnya ikut mendorong valuasi saham yang jauh dari kata masuk akal, kecuali perusahaan dapat dengan cepat meningkatkan performa keuangan untuk mengisi gap yang terjadi. Apabila perusahaan gagal bertransformasi dengan cepat, apakah satu-satunya trajektori harga saham yang mungkin dilewati hanya ke arah bawah?

Jika melihat hasil kinerja laporan keuangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) hingga kuartal III 2023, kondisi yang tergambar malah berbeda dengan senyum lebar investor. CUAN mengalami penurunan laba sebesar 30,85% menjadi Rp175,24 miliar secara tahunan (yoy), dari semula mencapai Rp253,43 miliar setahun sebelumnya.

Penurunan kinerja keuangan berbanding terbalik dengan saham CUAN berhasil terus mengalami kenaikan. Perusahaan memang diketahui melakukan beberapa aksi-aksi korporasi yang memperluas prospek bisnis CUAN di masa yang akan datang.

Lalu, apakah saham CUAN masih bisa terbang lebih tinggi lagi dengan harga yang ditawarkan kini sudah super premium dengan PER 514,81 dan PBV 73,51? Mari bahas.

Bisnis

Kegiatan usaha utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yakni aktivitas perusahaan holding. Perseroan belum melakukan kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas manajemen konsultasi.

Perseroan memiliki Perusahaan Anak dengan kepemilikan dan informasi sebagai berikut :

Kinerja Keuangan :

Laba Perseroan mengalami penurunan sebesar 30,85% pada laporan keuangan per kuartal III 2023 menjadi Rp175,24 miliar, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp253,43 miliar.

Penurunan laba Perseroan justru bukan berasal dari pendapatan Perseroan, pada laporan keuangan kuartal III 2023, pendapatan Perseroan justru meningkat sebesar 26,36% menjadi Rp1,16 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp916,8 miliar.

Meskipun pendapatan Perseroan meningkat, namun margin Perseroan turun pada kuartal III 2023 menjadi 53,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 66,02%. Hal ini menandakan terjadi lonjakan pada beban pokok pendapatan.

Selain itu, terdapat pula lonjakan pada beban penjualan dan beban umum administrasi yang mendorong penurunan pada laba usaha Perseroan per kuartal III 2023 menjadi Rp207,9 miliar, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp418,72 miliar. Hal ini yang menjadi salah satu penekanan pada laba Perseroan per kuartal III 2023.

Selain penurunan pada laba Perseroan, CUAN juga mencatatkan arus kas negatif pada dua aktivitas arus kasnya :

Menilik dari laporan arus kas Perseroan per 30 September 2023, terjadi arus kas negatif pada aktivitas operasi dan investasi.

Negatif pada arus kas aktivitas operasi berasal dari peningkatan pengeluaran kas kepada pemasok dan kas untuk aktivitas operasinya, yang tak seimbang dengan penerimaan kas dari pelanggan. Selain itu terdapatnya pembayaran pajak penghasilan, ikut mendorong negatifnya arus kas aktivitas operasi.

Sementara itu, negatifnya arus kas aktivitas investasi juga masih berada di angka negatif, meskipun lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh penambahan piutang dari pemegang saham.

Rasio Keuangan :

Price Earning Ratio (PER) Perseroan berada di angka yang sangat mahal dengan PER 514,81. Sementara rata-rata PER murah dalam industri batu bara berada dia angka PER 8. Dapat dilihat dari Price Book Value (PBV) Perseroan yang berada di angka 73,51, hal ini berarti harga saham CUAN 73 kali lebih mahal.

Dalam mencatatkan margin, Perseroan berada di angka yang cukup baik di 53,31%. Begitu juga dengan menghasilkan laba bersih dari Net Profit Margin (NPM) berada di angka 15,13%.

Return On Equity (ROE) Perseroan juga sudah berada di angka rata-rata industrinya, sehingga dalam mengelola modal terhadap laba bersih cukup baik. Begitu juga dengan Return On Asset (ROA) Perseroan cukup baik dalam mengelola aset terhadap laba bersih.

Debt to Equity Ratio (DER) Perseroan berada di angka yang cukup rendah jauh dibawah 100%. Hal ini berarti total modal Perseroan jauh lebih besar dibandingkan total hutangnya. Total modal Perseroan per 30 September 2023 sebesar Rp1,8 triliun, sedangkan total hutang Perseroan per 30 September 2023 sebesar Rp485,45 miliar. Sehingga hal ini menandakan dalam membayar kewajiban terhadap modalnya sangat baik.

Begitu juga dengan Current Ratio (CR) Perseroan berada di likuiditas yang cukup tinggi diatas 100%. Hal ini menandakan dalam membayar kewajiban lancar terhadap aset lancar cukup baik.

Pergerakan Harga Saham CUAN :

Pergerakan harga saham CUAN hingga perdagangan Senin (11/12/2023) harga saham CUAN mendarat di level Rp10.700 per lembar saham dengan mencatatkan kenaikan sebesar 3.805,11% sejak awal IPO pada 8 Maret 2023 dengan harga penawarannya sebesar Rp220 per lembar saham.

Bagi investor yang meletakkan uangnya di saham CUAN sejak IPO sebesar Rp10 juta rupiah, sudah menjadi sebesar Rp390,5 juta.

Prospek Bisnis

– CUAN mengakuisisi saham PT Petrosea Tbk (PTRO). CUAN akan membeli saham PTRO dari PT Caraka Reksa Optima sebanyak 342,92 juta lembar saham atau mewakili 34% dari keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PTRO. PTRO merupakan emiten yang bergerak di bidang kontrak pertambangan, teknik, pengadaan & konstruksi multi-disiplin, serta perusahaan jasa minyak & gas.
– Pada 12 September 2023, melalui entitas anak usahanya, yakni PT Prima Mineral Investindo, CUAN melakukan pembelian 85% saham PT Silika Saut Jaya. Silika Saut Jaya saat ini sedang dalam proses akhir untuk memperoleh persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk penerbitan izin usaha pertambangan eksplorasi (IUP) pasir silika di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. IUP yang akan diperoleh seluas 461,49 hektare.
– Pada 4 September 2023, emiten terafiliasi taipan Prajogo Pangestu ini mengumumkan diversifikasi usaha dengan merambah ke sektor penambangan batubara metalurgi. Diversifikasi ini dilakukan melalui anak usahanya, yaitu PT Daya Bumindo Karunia (DBK). Penambangan batubara metalurgi oleh Daya Bumindo Karunia berlokasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
– Daya Bumindo Karunia mencatatkan sumber daya batu bara (tereka, tertunjuk, terukur) sebesar 226,1 juta ton, dengan cadangan (terkira & terbukti) batubara sebesar 99,5 juta ton.
– Pada 4 September 2023, CUAN mengumumkan masuk ke bisnis mineral emas. Diversifikasi usaha ini dilakukan CUAN melalui anak usahanya, yakni PT Intam. PT Intam memiliki wilayah konsesi pertambangan emas seluas 18.500 hektar di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bersebelahan dengan dua konsesi emas lainnya di Sumbawa.
– Pada 22 September, CUAN mengumumkan rencana mencaplok seluruh saham anak perusahaan PT Indika Energy Tbk (INDY) yakni PT Multi Tambangjaya Utama. Multi Tambangjaya Utama adalah anak usaha INDY yang bergerak di bidang pertambangan batubara termal dan batubara metalurgi bituminous yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Multi Tambangjaya Utama memiliki Perjanjian Kontrak Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi ke-3 dengan area konsesi yang luas mencapai 24.970 hektar.

Layak Koleksi Atau Tidak?

Kenaikan harga saham CUAN bukanlaj didorong dari peningkatan kerja selama sembilan bulan pertama tahun 2023, namun sejumlah aksi korporasi yang dilakukan CUAN tampaknya tidak dapat menjustifikasi perbaikan kinerja keuangan yang signifikan, utamanya juga karena prospek bisnis energi fosil yang tidak lagi cerah di masa depan. Selanjutnya, masih negatifnya arus kas aktivitas operasi dan investasi harusnya dapat menjadi alarm bagi investor untuk menimbang apakah harga saat ini layak untuk dikoleksi atau menunggu harganya wajar kembali.

Pada Akhirnya, karena harga yang sudah sangat overvalued, membuat saham CUAN belum menarik untuk dikoleksi saat ini.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/research/20231212065429-128-496349/laba-turun-arus-kas-negatif-gimana-nasib-cuan-prajogo

0 0 votes
Stock Rating