Dalam langkah strategis untuk menguatkan posisi keuangannya, PT Buana Finance Tbk (BBLD) telah berhasil menandatangani sebuah perjanjian fasilitas kredit sebesar Rp500 miliar dengan PT Bank Central Asia Tbk.

Penandatanganan ini berlangsung pada hari Selasa, (19/3/2024). Berkat aksi ini, perseroan mendapatkan fasilitas installment loan sebesar Rp500 miliar dengan periode pembayaran maksimal 36 bulan.

Direktur Buana Finance Mariana Setyadi, mengungkapkan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja, khususnya dalam mendukung pemberian kredit Consumer Finance dan Financial Lease.

“Transaksi ini mencerminkan 37,4% dari total ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2023,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis, (21/3/2024)

Penandatanganan fasilitas kredit ini dikategorikan sebagai Transaksi Material sesuai dengan POJK No. 17, mengingat nilai pinjamannya yang melebihi 20% dari ekuitas perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Interim per 30 Juni 2023.

Menurut Setyadi, transaksi ini tidak akan berdampak material terhadap kondisi keuangan, hukum, ataupun keberlangsungan usaha Buana Finance, selain dari kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman secara periodik.

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan akan memperkuat posisi TP Buana Finance dalam industri keuangan, khususnya dalam segmen Consumer Finance dan Financial Lease, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan perseroan di masa depan.

Sebelumnya, Emiten jasa pembiayaan ini santer dirumorkan akan kedatangan investor baru asal Singapura yang akan mengakuisisi perusahaan di valuasi pasar sekitar Rp2,1 triliun atau di harga Rp1.275 per saham.

Nanun, BBLD menampik rumor bahwa pihaknya akan kedatangan investor baru dari Singapura dengan nilai akuisisi Rp2,1 triliun.

“Tidak ada investor baru asal Singapura yang akan mengakuisisi Buana Finance di valuasi pasar sekitar Rp2,1 tritiun atau di harga Rp1.275 per saham sebagaimana tersebut dalam Pemberitaan,” ungkap Corporate Secretary BBLD Ahmad Khaetami kepada CNBC Indonesia, pada Rabu, (24/1/2024).

Pihak BBLD juga menyangkal bahwa investor Singapura tersebut akan masuk ke perseroan secara bertahap sebagaimana diberitakan. Selain itu, tidak ada kesepakatan antara pemegang saham lama Perseroan dengan Investor Singapura yang akan diteken dalam waktu dekat.

Ahmad pun menegaskan, tidak ada deal transaksi antara kedua belah pihak tersebut akan dilaksanakan di atas harga pasar saham BBLD, yakni sekitar Rp1.275 per saham sebagaimana dalam Pemberitaan.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240321113950-17-524027/pasca-tepis-isu-akuisisi-buana-finance-pinjam-duit-rp-500-m-ke-bca

0 0 votes
Stock Rating