Iklim investasi diperkiarakan akan meningkat tahun ini seiring dengan peryeksi pertumbuhan perekonomian yang makin membaik dibandingkan tahun 2023. Chief Investment Officer Southeast Asia and India, Global Private Banking and Wealth, HSBC James Cheo mengatakan, pasar saham Indonesia akn lebih kuat tahun ini.

“Untuk pasar saham Indonesia, konsensus pendapatan Indonesia diperkirakan akan kuat pada tahun 2024,” ujarnya di St Regis Jakarta, Kamis (25/1).

James mengungkapkan, saham-saham perbankan dan konsumer memiliki daya tarik tersendiri tahun ini seiring dengan sentimen positif dari siklus suku bunga AS yang telah mencapai puncak dan inflasi dalam negeri yang masih terkendali.

“Saat ini, kami bullish pada saham Indonesia dengan preferensi pada bank-bank dan perusahaan konsumen tertentu,” sebutnya.

Saham perbankan, James menjelaskan, Bank Indonesia yang memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuannya pada tahun ini menjadi katalis positif pada sektor tersebut.

“Kami memperkirakan Bank Indonesia kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps di Triwulan ke-2, 25 bps lagi di Triwulan ke-3, dan 50 bps di Triwulan ke-4 – sehingga suku bunga acuan akan turun dari 6% menjadi 5% pada akhir tahun ini,” jelasnya.

Selain pasar saham, lanjutnya, pasar obligasi juga menarik karena disebabkan oleh fundamental negara yang kuat, neraca pemerintah yang kuat, dan prospek inflasi yang baik.

“Terkait dengan obligasi, obligasi peringkat investasi BUMN Indonesia tetap menjadi pilihan utama kami di Asia Tenggara,” imbuhnya.

“Kami memperkirakan Rupiah akan tetap stabil di 15400 terhadap USD hingga akhir tahun 2024,” pungkasnya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240125145638-17-508969/pemegang-saham-bank-konsumer-dan-obligasi-berpotensi-cuan-tahun-ini

0 0 votes
Stock Rating