Nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini di tengah penantian wait and see pelaku pasar akan rapat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Melansir data Refinitiv, nilai tukar rupiah pada Selasa (30/1/2024) pada pukul 13:59 WIB ada di posisi Rp 15.783/US$1. Mata uang Garuda menguat 0,14% terhadap dolar AS. Penguatan ini melanjutkan dua hari perdagangan sebelumnya.

Kendati rupiah menguat hari ini, rupiah masih ambruk 2,52% sepanjang bulan ini.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh beberapa berita besar.

“Nilai tukar dipengaruhi dua faktor utama. Satu, faktor fundamental supply demand dan kedua, berita,” ungkap Perry saat konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan I Tahun 2024, Selasa (30/1/2024).

Secara fundamental, kata Perry perekonomian Indonesia terbilang baik di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Diukur dari pertumbuhan ekonomi, inflasi hingga transaksi berjalan.

Persoalan rupiah saat ini dipengaruhi besar oleh berita dari global.

“Ada faktor-faktor berita kan, faktor berita satu dua minggu terakhir yang berpengaruh pada nilai tukar, gak cuma rupiah tapi seluruh dunia, apa saja,” paparnya.

Berita yang dimaksud adalah proyeksi pemangkasan suku bunga acuan AS atau fed fund rate. Inflasi AS yang tinggi menutup kemungkinan penurunan suku bunga acuan terjadi dalam waktu dekat. Sebagai catatan, pelaku pasar semula memproyeksi pemangkasan suku bunga akan terjadi pada Maret 2024 tetapi kini bergeser ke Mei/Juni 2024.

“Ini faktor berita yang kemudian membawa dolarnya yang tempo hari mulai lemah menguat lagi,” jelas Perry. Ini membuat mata uang dunia melemah terhadap dolar AS.

Seperti diketahui, The Fed akan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa dan Rabu waktu AS atau Rabu dan Kamis duni hari waktu Indonesia.

Perry optimis nilai tukar rupiah berada dalam tren positif ke depan. Khususnya pada semester II-2024.

“Ke depan kami yakin bahwa nilai tukar rupiah akan tetap stabil bahkan ada kecenderungan menguat khususnya di paruh kedua 2024,” tutur Perry.

Dia menambahkan meredanya ketidakpastian global juga akan membuat rupiah menguat. BI juga menyiapkan sederet intervensi apabila dibutuhkan untuk menjaga pergerakan nilai tukar akibat sentimen global. Di samping juga tetap efektivitaskan strategi operasi moneter yang pro market.

“Didukung dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, turunnya yield termasuk US Treasury dan turunnya penguatan dolar as dan penguatan didukung pula oleh operasi moneter yang kami lakukan yang pro market,” paparnya.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240130140716-17-510168/rupiah-menguat-22-poin-dolar-as-kini-rp-15783

0 0 votes
Stock Rating