Saham emiten real estate PT Cowell Development Tbk (COWL) terancam didelisting oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melansir Keterbukaan Informasi, Senin (15/1), BEI mengumumkan terkait Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

Dalam Ketentuan III.3.1.1, BEI berhak menghapus emiten yang Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Lalu, dalam Ketentuan III.3.1.2, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka masa suspensi saham perseroan (COWL) telah mencapai 42 bulan pada tanggal 13 Januari 2024,” tulis BEI dalam pengumuman.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan, pemegang saham COWL per 31 Desember 2022 adalah PT Gama Nusapala memegang 3.464.639.204 saham atau 71,12% dari total saham COWL. 

Lalu, Feral Invesment Inc memegang 699.040.539 saham atau 14,35% saham COWL. Earvin Limited memegang 395.470.500 saham atau 8,12% saham COWL. 

Sisanya, masyarakat memiliki 312.063.778 saham ata 6,41% dari saham total COWL.

“Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh perseroan,” sebut BEI.

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/saham-cowell-development-cowl-terancam-delisting-usai-disuspensi-42-bulan

0 0 votes
Stock Rating