Emiten Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terpantau kembali melesat pada perdagangan sesi I Jumat (8/12/2023), setelah PGEO membentuk perusahaan patungan (joint ventures company/JVC) untuk pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai, Lampung.

Per pukul 10:22 WIB, saham PGEO melejit 7,8% ke posisi Rp 1.175/unit. Saham PGEO pada sesi I hari ini bergerak di rentang harga Rp 1.090 – Rp 1.240 per unit.

Saham PGEO sudah ditransaksikan sebanyak 27.447 kali dengan volume sebesar 253,66 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 298,92 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 48,64 triliun.

Hingga pukul 10:22 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 1.150/unit, menjadi posisi dengan antrean beli terbanyak pada sesi I hari ini yakni mencapai 34.235 lot atau sekitar Rp 3,9 miliar.

Sedangkan di order offer atau jual, pada harga Rp 1.190/unit, menjadi posisi dengan antrean jual terbanyak pada sesi I hari ini yakni mencapai 33.033 lot atau sekitar Rp 3,9 miliar.

Saham PGEO terdongkrak oleh kabar perseroan yang tengah membentuk joint ventures company untuk pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai, Lampung.

Adapun PGEO membentuk joint venture dengan Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd, di mana perusahaan JVC tersebut diberi nama PT Cahaya Anagata Energy.

Saham PT Cahaya Anagata Energy dibagi, dengan 40% dimiliki oleh PGEO dan sisanya sebanyak 60% dimiliki oleh Chevron. Fokus utama perusahaan patungan ini adalah melakukan eksplorasi panas bumi di WKP Way Ratai, Lampung, yang direncanakan akan dilaksanakan hingga tahun 2028.

Penandatanganan akta pendirian PT Cahaya Anagata Energy berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, pada Rabu lalu. Perwakilan Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd., Siddharth Jain, dan Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Julfi Hadi, turut menandatangani akta tersebut.

Manajemen menyatakan bahwa WKP Way Ratai memiliki posisi strategis dan merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Way Ratai diakui memiliki peran penting sebagai Hub di Sumatera, yang akan meningkatkan nilai dari panas bumi dengan pengembangan produk sekunder, khususnya green hydrogen.

Sebelumnya, PGEO dan Chevron, yang tergabung dalam satu konsorsium, telah diumumkan sebagai pemenang lelang WKP Way Ratai oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Juni tahun ini.

Langkah ini menandai komitmen kuat kedua perusahaan dalam mendukung pembangunan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20231208103044-17-495602/saham-pertamina-geothermal–pgeo–lanjut-terbang-78

0 0 votes
Stock Rating