PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat dua emiten yang pergerakan sahamnya terjadi di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) pada 15 Februari 2024. Kedua emiten itu adalah PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) dan PT Timah Tbk. (TINS).

Adapun SSIA, yang merupakan emiten real estate, masuk radar bursa karena adanya peningkatan harga tidak wajar. Mengutip RTI Business, saham SSIA melonjak 61,74% dalam sepekan terakhir, dan saat ini berada di posisi harga Rp 930 per unit.

SSIA sempat menyentuh rekor tertinggi di posisi Rp 945 pekan ini. Dalam sebulan, SSIA tercatat melonjak 109,46%.

Demikian pula dengan emiten pelat merah TINS. Saham emiten tambang timah itu tercatat bergerak melesat 46,28% dalam sepekan terakhir, dan berada di posisi Rp 885 per saham.

TINS juga sempat mencapai harga Rp 915 per saham pekan lalu. Dalam sebulan terakhir, TINS telah melesat 55,26%.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas kedua saham tersebut, BEI menyampaikan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi keduanya.

“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” kata Bursa dalam keterangannya, dikutip Senin (18/3/2024).

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk:

a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa;

b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya;

c. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS;

d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Seluruh keterbukaan informasi terkait Emiten dipublikasikan melalui website Bursa (www.idx.co.id).

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240318093122-17-522770/sebulan-naik-10946-dan-5526-saham-ssia-dan-tins-dicurigai-bursa

0 0 votes
Stock Rating