– Emiten produsen fasilitas pengeboran minyak PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) menandatangani Kontrak kerja baru dengan BUMN Migas India, Oil and Natural Gas Corporation Limited (ONGC) senilai US$ 18 juta atau setara Rp 283 Miliar.

Untuk diketahui, ONGC Limited adalah perusahaan negara India khusus di sektor perminyakan seperti Pertamina dengan annual budget sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp78,14 triliun.

Dalam kontrak yang ditandatangi pada kuartal 1-2024 ini, OBMD akan memenuhi kebutuhan bahan aditif berteknologi serat untuk aktivitas pengeboran di Mumbai High ONGC Offshore Operate selama 2 tahun.

“Proyek ini dalam rangka program ONGC yang mau mengebor 100 sumur per-tahun,” ujar manajemen dalam keterangan resmi, dikutip kamis, (22/2/2024).

Selain itu OBMD juga dinominasikan untuk kontrak kerja onshore senilai $4 juta atau sekitar Rp 62 Miliar dalam operasional pengeboran ONGC. Kontrak tersebut akan membantu perusahaan mencapai target penjualan 2024. 

Dalam upaya pengembangan usaha dan pencapaian target secara berkesinambungan, OBMD pada Tahun 2024 ini juga melakukan Inovasi dan keunggulan produk dengan menyajikan solusi keberlanjutan dan memperluas fungsi produk untuk meningkatkan hasil produksi minyak dan gas dari pengeboran sampai dengan formasi reservoir.

Sebagai informasi, produk OBMD merupakan bahan aditif untuk mencegah kehilangan cairan pada sumur bor, mencegah penempelan diferensial, mengurangi torsi dan tarikan berlebihan, serta meningkatkan pembersihan lubang. Sehingga, penambang dapat mengurangi waktu non-produktif di site.

Seiring dengan berita ini, saham OBMD ditutup naik 3,70% ke harga Rp280 pada perdagangan kemarin, Rabu, (21/2/2024). Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp225,68 miliar.

Sementara itu pada hingga pukul 09.38 WIB hari ini, Kamis (22/2/2024), saham OBMD naik 12% ke level Rp292. Kapitalisasi pasar pun ikut terkerek menjadi Rp 235,35 miliar.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240222094457-17-516645/tanda-tangan-kontrak-kerja-dengan-bumn-saham-ini-naik-12

0 0 votes
Stock Rating